Berita Kampus

Sidang Promosi Doktor Wa Ode Al Zarliani

Universitas Muhammadiyah Buton kembali menghasilkan satu orang Doktor dalam bidang Ilmu Pertanian. Tepat pada tanggal 16 April yang lalu, Wa Ode Al Zarliani berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul “Kajian Struktur, Perilaku, dan Kinerja Pasar dalam Membangun Model Rantai Pasok Jambu Mete di Sulawesi Tenggara” dihadapan 11 orang penguji di Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kendari. Tidak hanya mampu mempertahankan desertasinya, Wa Ode Al Zarliani yang akrab disapa Ibu Ani juga dinyatakan lulus dengan dengan nilai A IPK 4,00 dengan predikat akhir kelulusan “Cumlaude”. Ani menyelesaikan studi S3 nya terbilang sangat cepat, hanya dalam waktu 2 tahun 9 bulan.
Dalam acara sidang terbuka promosi doktor tersebut yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam, selain dihadiri oleh Ketua Penguji, Sekretaris, Penguji eksternal, dan penguji internal, juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, para dekan lingkup UM Buton, dan beberapa tamu undangan lainnya termasuk hadir pula keluarga besar Ibu Ani.


Diakhir sidang, Ani dipersilahkan oleh Ketua Penguji untuk menyampaikan pesan dan kesannya. Selain mengucapkan terimakasih kepada seluruh civitas akademika pascasarjana Universitas Halu Oleo, Civitas akademika universitas Muhammadiyah Buton, dan seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian pendidikannya, Ani juga tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Buton sebelumnya.
“Meski beliau tidak sempat hadir di tengah-tengah kita, saya mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Suriadi (Rektor UM Buton Periode 2015-2019), yang telah memberikan saya kesempatan yang luar biasa untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang Doktor ini” Ucap Ani.
Saat ini Ani merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Buton periode 2019-2023. Di bawah kepemimpinannya, salah satu target yang dicapai dalam kurun waktu 4 tahun adalah penciptaan 30 tenaga pendidik atau dosen bergelar Doktor, sebagai upaya mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pendidik yang diharapkan memberikan impact pada peningkatan kualitas luaran atau para sarjana.
“Dalam kurun 4 tahun ke depan, kita menargetkan ada 30 orang dosen di UM Buton yang sudah bergelar Doktor. Kami tidak hanya mewajibkan dosen untuk melaksanakan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi hasil riset pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, namun Saya juga mendorong dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada dosen di lingkup UM Buton untuk melanjutkan studi S3” Tegas Ani.


Saat ini tercatat ada 9 orang dosen bergelar Doktor dan 7 orang lainnya sedang dalam proses perkuliahan yang tersebar di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. Selain mendorong dosen untuk lanjut studi S3 dengan memanfaatkan beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Ristek dan DIKTI, UM Buton sejak beberapa tahun terakhir juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada beberapa orang dosen yang tidak ter cover dalam beasiswa yang disediakan oleh Kemenristek DIKTI.
“Saat ini target saya adalah pembangunan kualitas sumber daya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Disruption Era 4.0 memaksa kita untuk menyesuaikan kondisi internal institusi dengan kebutuhan dunia kerja. Kita akan tertinggal jauh dan akan ditinggalkan oleh pasar jika kita tidak mampu menyesuaikan diri” Ujar Rektor Ani.
Sumber: Humas UM Buton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *