Berita Kampus

JELANG AKREDITASI PRODI VERSI 4.0,UM BUTON MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN BORANG

Pada hari Kamis,26 September 2019 Bertempat di Aula Gedung B, UM Buton melaksanakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Borang yang dihadiri oleh seluruh Unit Pengelola Program Studi, Program Studi, Lembaga Penjaminan Mutu, Unit Penjaminan Mutu dan Gugus Jaminan Mutu di lingkungan UM Buton.

Kegiatan Pendampingan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Rektor UM.Buton Dr. Wa Ode Alzarliani. Dalam Sambutannya Rektor UM Buton mengapresiasi antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. “saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh UPPS, Prodi, LPM, UPM, dan GJM yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan ini” Ucap Rektor Ani disela-sela pembukaan acara.

REKTOR UM-BUTON DR. WA ODE ALZARLIANI, SP., MM

Rektor Ani juga mengingatkan agar kegiatan tersebut dimanfaatkan sebaiknya-baiknya terutama bagi UPPS dan Prodi yang dalam waktu dekat akan melaksanakan akreditasi. “Kegiatan Pendampingan ini adalah upaya kita dalam menunjang Akreditasi Institusi pada umumnya dan fakultas atau Prodi khususnya, dimana adanya Perubahan keempat Instrumen Akreditasi Prodi dari versi awal diluncurkan tahun 1996, versi kedua tahun 2000 dan versi ketiga tahun 2008 menjadi Instrumen Akreditasi Prodi 4.0 (IAPS 4.0) yang telah wajib digunakan sejak 1 Januari 2019 yang di luncurkan oleh BAN PT pada November 2018 lalu” tambah Rektor Ani.

Dalam kegiatan ini yang menjadi pemateri pendampingan adalah Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. berasal dari Tim Pendamping Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah selain itu Tri juga merupakan salah satu asesor BAN PT. Menurut Tri, “Instrumen akreditasi 4.0 menuntut perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan seluruh standarnya. Perubahan instrumen ini adalah upaya BAN PT untuk menjawab tuntutan revolusi industri 4.0, sehingga perguruan tinggi pun harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan tersebut” Ucap Tri. Sebuah institusi perguruan tinggi yang tidak mampu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan jaman pada akhirnya hanya akan ditinggalkan dan menjadi barang rongsokan. “Perlunya shifting paradigm dari seluruh pihak yang ada di universitas. Anda semua perlu menjual ide-ide perubahan untuk kemajuan amal usaha ini. Anda bisa memilih, mau maju atau mau nyama?” ujar Tri menyemangati peserta yang hadir. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *