Professional, Global, Entrepreneurship

Dirjen Migas Laode Sulaeman Audiensi dengan Rektor UM Buton, Tinjau Pembangunan Kampus 2

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) menerima kunjungan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, S.T., M.T., dalam agenda audiensi bilateral bersama Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., dan jajaran pimpinan universitas.

Audiensi berlangsung di Ruang Rektor UM Buton, Kota Baubau, sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus penguatan komunikasi antara UM Buton dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi UM Buton untuk membangun komunikasi kelembagaan dengan salah satu unsur strategis pemerintah di bidang energi. Kehadiran Dirjen Migas juga menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Usai melaksanakan audiensi, Laode Sulaeman bersama jajaran UM Buton melanjutkan kunjungan ke Kampus 2 UM Buton yang berada di Kilometer 5, Kota Baubau.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Migas melihat secara langsung perkembangan pembangunan fasilitas di Kampus 2 UM Buton, termasuk gedung kedokteran gigi yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.

Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung arah pengembangan infrastruktur pendidikan UM Buton. Pembangunan Kampus 2 merupakan bagian dari upaya universitas dalam memperluas dan meningkatkan fasilitas pendidikan untuk mendukung kebutuhan akademik di masa mendatang.

Gedung kedokteran gigi menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut. Kehadiran fasilitas pendidikan yang semakin memadai diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan di UM Buton.

Bagi UM Buton, audiensi dan kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang komunikasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Rektor UM Buton menyambut baik kunjungan Dirjen Migas tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

UM Buton terus berupaya mengembangkan institusi melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sarana dan prasarana. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

“Kunjungan ini menjadi momentum yang sangat baik bagi UM Buton untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi kelembagaan. Kami tentu berharap hubungan yang baik ini dapat terus berkembang dan membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat,” ujar Rektor UM Buton.

Ia menambahkan, pengembangan Kampus 2 menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan infrastruktur UM Buton berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik. Fasilitas yang dibangun harus mampu mendukung proses pendidikan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa serta masyarakat,” tambahnya.

Kunjungan Dirjen Migas ke Kampus 2 UM Buton menjadi bagian dari dinamika pengembangan universitas dalam memperkuat peran perguruan tinggi di daerah.

UM Buton memandang bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat.

Melalui pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas akademik, UM Buton berkomitmen menghadirkan kampus yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Audiensi bersama Dirjen Migas dan kunjungan ke Kampus 2 diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Bagikan Berita