Professional, Global, Entrepreneurship

International Visiting Professor UM Buton: Prof. Tasrifin Tahara Bahas Kolaborasi Riset Indonesia–Timor Leste

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi kampus melalui kegiatan International Visiting Professor yang menghadirkan Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Timor Leste.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung B Kampus 1 UM Buton pada Jumat (27/3) ini menjadi momentum strategis dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, SP.,M.M yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan pendidikan tinggi. Rektor menyampaikan bahwa kehadiran visiting professor merupakan bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang riset dan kerja sama internasional.

Sebelum penyampaian materi, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UM Buton dan Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili, Timor Leste.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Rektor UM Buton dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, serta disaksikan oleh para wakil rektor dan seluruh sivitas akademika UM Buton.

Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran budaya, dan penguatan jejaring akademik lintas negara.

Dalam pemaparannya, Prof. Tasrifin Tahara—yang juga merupakan putra daerah Kota Baubau—membagikan pengalaman perjalanan kariernya hingga dipercaya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Timor Leste.

Ia menekankan bahwa konsistensi dalam akademik, jejaring internasional, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu menjadi kunci utama dalam mencapai posisi strategis di tingkat global.


Materi utama yang disampaikan bertajuk “Research Ecosystem and Opportunities Co-Governance between Indonesia and Timor Leste”.

Dalam paparannya, Prof. Tasrifin menjelaskan pentingnya membangun ekosistem riset yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan. Ia juga menguraikan berbagai peluang kerja sama riset antara Indonesia dan Timor Leste, termasuk peran perguruan tinggi dalam mendorong diplomasi akademik.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai jembatan kolaborasi antarnegara melalui riset, inovasi, dan pertukaran pengetahuan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari mahasiswa UM Buton. Antusiasme terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait peluang studi lanjut, riset internasional, serta pengalaman profesional di kancah global.

Partisipasi aktif mahasiswa ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kompetensi global dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan akademik.


Melalui kegiatan ini, UM Buton semakin menegaskan langkahnya menuju kampus berdaya saing global. Kehadiran visiting professor tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka peluang konkret bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam jejaring internasional.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UM Buton terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas berbasis kolaborasi global, sejalan dengan visi sebagai kampus profesional, berdaya saing, dan berorientasi internasional.

Bagikan Berita