Professional, Global, Entrepreneurship

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Buton Edukasi Warga Desa Hendea tentang Mitigasi Hoaks

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak. Kali ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Buton melaksanakan kegiatan edukasi literasi digital bertajuk Mitigasi Hoaks di Era Digital bagi masyarakat Desa Hendea, Kabupaten Buton Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Kampus Berdampak yang mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas persoalan nyata di tengah masyarakat. Edukasi difokuskan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, dan mencegah penyebaran informasi palsu (hoaks) yang semakin marak di ruang digital.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Buton memberikan pemahaman mengenai karakteristik hoaks, cara memeriksa validitas informasi, pentingnya berpikir kritis sebelum membagikan informasi, serta pemanfaatan media digital secara bertanggung jawab.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai contoh hoaks yang sering beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan. Masyarakat juga diberikan langkah-langkah sederhana untuk melakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi dan media yang kredibel.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Warga Desa Hendea aktif berdialog serta menyampaikan berbagai pengalaman mereka saat menerima informasi yang belum tentu kebenarannya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM Buton, Harry Fajar Maulana, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan teori komunikasi dengan kebutuhan masyarakat.

"Mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Literasi digital dan mitigasi hoaks merupakan isu strategis yang membutuhkan peran aktif perguruan tinggi," ujarnya.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik, literasi media, dan edukasi digital merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa komunikasi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Salah seorang mahasiswa peserta kegiatan mengatakan bahwa pengalaman turun langsung ke masyarakat memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya edukasi literasi digital.

"Kami menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang menerima informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," ungkapnya.

Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun masyarakat yang cerdas secara digital.

Pelaksanaan edukasi mitigasi hoaks di Desa Hendea menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Buton dalam membangun ekosistem literasi digital yang sehat. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu komunikasi secara aplikatif di tengah masyarakat.

Ke depan, UM Buton akan terus mendorong lahirnya berbagai program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan implementasi tagline kampus PROGRESIP (Profesional, Global, Entrepreneurship)

Bagikan Berita