UM Buton Gelar Kuliah Pakar Sosiolinguistik Ortografi untuk Perkuat Kajian Kebahasaan Mahasiswa PBSI
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) menggelar Kuliah Pakar bertajuk “Perspektif Sosiolinguistik Ortografi dalam Kajian Kebahasaan” di Aula FKIP UM Buton, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA tersebut menghadirkan Prof. Dr. Suleman Bouti, M.Pd. sebagai pemateri. Kuliah pakar menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara bahasa, masyarakat, dan sistem penulisan.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Suleman Bouti mengajak mahasiswa melihat bahasa secara lebih luas melalui perspektif sosiolinguistik.
Bahasa tidak berdiri sendiri. Bahasa hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang sosial, budaya, wilayah, serta karakteristik penutur yang beragam.
Perspektif tersebut menjadi penting dalam memahami ortografi. Sistem penulisan bahasa tidak terlepas dari perkembangan dan kebutuhan masyarakat penuturnya.
Perbedaan penggunaan bahasa dalam berbagai kelompok sosial juga menjadi bagian penting dalam kajian kebahasaan. Hal ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana suatu bahasa ditulis, dipertahankan, dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat.

Kuliah pakar ini tidak hanya membahas kaidah bahasa secara normatif. Mahasiswa juga didorong untuk mampu melihat berbagai fenomena kebahasaan secara kritis dan kontekstual.
Pendekatan tersebut penting bagi mahasiswa PBSI. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk memahami teori bahasa, tetapi juga untuk mampu mengamati persoalan kebahasaan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal dalam melakukan penelitian serta menyusun kajian kebahasaan yang relevan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat.
Kegiatan berlangsung melalui pemaparan materi yang dilanjutkan dengan interaksi akademik bersama mahasiswa dan sivitas akademika UM Buton.
Diskusi memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam materi sekaligus menghubungkannya dengan fenomena penggunaan bahasa yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian sosiolinguistik dan ortografi memiliki relevansi bagi mahasiswa PBSI sebagai calon pendidik, peneliti, maupun pemerhati bahasa. Kemampuan memahami keberagaman penggunaan bahasa menjadi modal penting ketika mahasiswa berhadapan dengan realitas kebahasaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Melalui Kuliah Pakar “Perspektif Sosiolinguistik Ortografi dalam Kajian Kebahasaan”, Program Studi PBSI UM Buton terus mendorong terciptanya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori.
Kegiatan akademik seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif, berdiskusi dengan akademisi, serta memahami bahasa sebagai bagian dari dinamika sosial dan budaya.
UM Buton berharap kegiatan tersebut dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan sikap kritis dalam memahami, mengkaji, dan mengembangkan bahasa di tengah perubahan masyarakat.
Dengan demikian, mahasiswa PBSI diharapkan semakin siap menghadapi persoalan kebahasaan secara akademik, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
